Hadi mengklaim, tidak memiliki kewenangan menyebut siap penggantinya karena masih berstatus sebagai KSAU TNI.
"KSAU masih saya. Yang baru belum ada," ujar Hadi di Komplek Perumahan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi dihimpun, sejumlah perwira tinggi berpotensi mengisi jabatan KSAU. Di antaranya Sekjen Kementerian Pertahanan Marsekal Madya (Marsdya) Hadiyan Sumintaadmadja, Wakil KSAU Marsdya Yuyu Sutisna, Kepala Badan SAR Nasional Marsdya Muhammad Syaugi, dan Wakil Gubernur Lemhanas Marsdya Bagus Puruhito.
"Pelantikan ini masih proses di Senayan. Nanti hasil itu semua akan dilaporkan ke Istana. Setelah itu baru pelantikan, tapi kapan, saya juga belum tahu," ujar Hadi.
Hadi merupakan calon tunggal yang direkomendasikan Presiden Joko Widodo. Dia bakal menjadi perwira TNI AU kedua yang menjadi Panglima TNI. Sebelumnya ada Marsekal (Purnawirawan) Djoko Suyanto yang memegang tongkat komando pucuk pimpinan tertinggi TNI pada 2006-2007 silam. (osc/djm)