GP Ansor Akan Hadapi Kelompok Pemecah Belah Bangsa Indonesia

Damar Sinuko , CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 02:10 WIB
GP Ansor Akan Hadapi Kelompok Pemecah Belah Bangsa Indonesia Ketum GP Ansor meminta barisannya siaga dan melawan segala ancaman kelompok yang mengancam memecah belah bangsa, terutama jelang tahun politik 2018 & 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Semarang, CNN Indonesia -- Organisasi sayap Nadhlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menghadapi setiap kelompok yang mencoba memecah belah bangsa dan negara Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas.

"Ansor tidak akan pernah berhenti untuk menjaga Indonesia dari semua gerakan yang mengancam persatuan dan keberagaman Indonesia. Memecahbelah umat beragama, merongrong NKRI, dan gerakan yang ingin menegakkan khilafah," tegas Yaqut di Semarang, Rabu (6/12).


Apalagi, sambung Yaqut, jelang tahun politik yakni Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu serta Pilpres 2019. Ia mengkhawatirkan akan banyak aksi saling menjatuhkan dengan menghalalkan segala cara.

Yaqut juga menambahkan para anggota Ansor, termasuk di dalamnya pasukan Banser NU, tidak perlu berkecil hati ketika dicibir atau dihujat baik secara langsung maupun lewat media sosial karena sikap menjaga Indonesia dari teror yang memecah belah bangsa dan negara.

Ia mencontohkan salah satunya iktikad Ansor turut menjaga gereja. Menurutnya, yang dijaga Ansor pada hakikatnya bukan gereja, melainkan menjaga komponen bangsa yang pernah bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Tidak perlu kecil hati, kita hadapi mereka yang menghujat Ansor dan Banser dalam sikapnya menjaga Indonesia. Yang waras jangan ngalah," tambah Yaqut.

Apa yang dialami Ansor, imbuh Yaqut, tidak berbeda dengan sejumlah Kyai/Ulama NU dimana para Kyai yang sudah jelas mutu keilmuan dan kerendahhatiannya juga dihujat ketika bersama mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila.
(kid/kid)