ACTA: Pemuda Pengumpat Peserta Reuni 212 Bisa Hidup Tenang

Ramadhan Rizki Saputra , CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 01:20 WIB
ACTA: Pemuda Pengumpat Peserta Reuni 212 Bisa Hidup Tenang ACTA menyatakan, pemuda pengumpat peserta reuni alumni 212 itu sudah mengakui kesalahannya. ACTA juga menyebut, pemuda tersebut sudah meminta maaf. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa waktu lalu beredar video yang ramai di media sosial mengenai suasana jalan yang dilaluinya saat hari penyelenggaraan reuni alumni 212.

Di video itu, seorang pemuda yang juga perekam gambar tersebut mengumpat peserta reuni 212 yang dianggap membuat jalanan macet. Diketahui pemuda yang merekam video itu bernama Raden Evan Rizky, warga Cilendek Barat, Bogor, Jawa Barat.

Pemuda berumur 20 tahun itu diketahui telah meminta maaf. Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habib Novel Bamu'min mengatakan Evan telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada umat Islam dan para peserta aksi reuni 212.


"Ia secara resmi minta maaf secara tertulis bermetrai kepada umat Islam dan terbuka melalui media untuk tidak mengulangi lagi perbuatanya yang salah telah menghina umat Islam," ujar Habib Novel melalui keterangan tertulisnya yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (7/12).

Novel mengatakan Evan didampingi ibunya datang ke kantor ACTA untuk meminta maaf. ACTA sendiri telah mengambil sikap untuk menjembatani permintaan maaf Evan kepada seluruh umat Islam di seluruh Indonesia.


"Evan menyampaikan pernyataan maafnya datang sendiri diantar ibunya kepada ACTA dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak manapun," ujarnya.

"ACTA mengambil sikap kepada saudara Raden Evan Rizki dengan menjembatani antara saudara Evan dengan umat Islam khususnya Mujahid dan Mujahidah 212 serta umat Islam umumnya," ujar dia.


Dalam pernyataan maafnya, Novel mengatakan Evan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya kembali. Novel juga mengimbau seluruh umat Islam untuk membuka pintu maaf kepada Evan dan membiarkannya hidup dengan tenang.

"ACTA menghimbau kepada warga sekitar kediaman saudara Evan dan umat Islam di manapun berada agar memberikan kesempatan kepada Evan untuk bisa kembali hidup dengan tenang yang mana permasalahannya sudah diselesaikan," ujar Novel. (osc/osc)