PKS Dukung Gus Ipul-Anas di Pilkada Jatim

CNN Indonesia , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 17:56 WIB
PKS Dukung Gus Ipul-Anas di Pilkada Jatim Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf akan maju untuk menjadi calon gubernur dalam Pilkada Jatim 2018. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
Surabaya, CNN Indonesia -- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan resmi mendukung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas (Mas Anas) sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam Pilkada Jatim 2018.

"Jadi kita sudah mendukung Gus Ipul karena PKS itu sebelum PDIP dan PKB memberikan rekom [rekomendasi], PKS sudah komunikasi," kata Ketua Bidang Wilayah Dakwah Jatijaya DPP PKS Sigit Sosiantomo, Surabaya, Kamis (7/12).

Sigit menegaskan, PKS adalah pendukung Gus Ipul dalam dua Pilkada sebelumnya di mana Gus Ipul menjadi Wakil Gubernur, dan Soekarwo adalah gubernurnya atau duet KarSa. Atas dasar itu, tegas Sigit, PKS beranggapan majunya Gus Ipul tidak jauh berbeda dengan KarSa karena sosok sang bakal calon gubernur.

"Jadi kami berkomitmen mendukung Gus Ipul itu sudah tidak ada perubahan, sudah oke, sudah resmi itu," katanya.

Meski PKS mendukung Gus Ipul-Anas, Sigit belum bisa memastikan perihal surat resmi tanda dukungan. Ia mengaku, surat itu sudah ada. Kendati demikian, Sigit mengatakan, surat dukungan resmi PKS sangat gampang, karena seluruh pengurus sudah mantap dengan Gus Ipul - Anas.

"Sudah ada, kalau PKS sih yang penting orangnya setuju semua, surat gampang kan enggak repot-repot di PKS," ujar Sigit yang juga dikenal karena menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu.

Selain PKS, Gus Ipul dan Anas yang masih menjabat Bupati Banyuwangi, juga disokong dua partai lain yakni PDIP dan PKB. Pasangan calon lainnya adalah Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.

Khofifah-Emil Dardak telah resmi didukung Demokrat, Golkar, dan Hanura. Selain tiga partai tersebut, dua partai lainnya yakni NasDem dan PPP pun disinyalir akan memberikan dukungan serupa.

Sementara itu, PKS sempat disebut akan masuk poros baru karena termasuk satu dari tiga partai yang belum bersikap. Dua partai lain adalah Gerindra dan PAN. Disinggung soal poros baru itu, Sigit memastikan partainya tidak bergabung dengan poros baru seperti yang diberitakan beberapa waktu yang lalu. Menurut Sigit, poros baru sangat tidak masuk akal. Sebab, hingga saat ini belum tahu siapa yang akan diusung dari poros baru tersebut.

"Enggak ada poros baru, kita enggak gabung ke poros baru karena enggak jelas siapa yang mau di dukung. Enggak jelas kan?. Pakai yang lama aja lah sudah terbukti," ujarnya. (dik/djm)