Eggi Sudjana: Jadikan Amerika Musuh Bersama

Dhio Faiz , CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 07:44 WIB
Eggi Sudjana: Jadikan Amerika Musuh Bersama Penasihat Presidium Alumni (PA) 212 Eggi Sudjana mendukung aksi turun ke jalan mendemo keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalaem sebagai ibu kota Israel. ( CNN Indonesia / Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penasihat Presidium Alumni (PA) 212 Eggi Sudjana mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Keputusan itu disebut Eggi akan semakin menyulitkan posisi politik Palestina. Dia juga menyerukan agar umat Islam tidak lagi mempercayai Amerika Serikat sebagai teman.

"Amerika tidak bisa lagi dipercaya jadi teman. Harus jadi musuh bersama," ujar Eggi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (7/12).

Menurut Eggi, selama ini negara-negara seperti Arab Saudi selalu dekat dengan Amerika Serikat. Bahkan jika ada masalah, Arab selalu mengadu ke AS.

Kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi, menurut Eggi. Ia mengatakan umat Islam harus sadar bahwa Amerika Serikat adalah negara diktator.

Selain itu, Eggi menganggap Amerika telah mengabaikan demokrasi dengan tidak menganggap keberadaan komunitas Islam di Palestina.

"Padahal ini akan rentan menimbulkan konflik yang berkepanjangan," katanya.

Eggi setuju jika umat Islam turun ke jalan dan mengajukan protes besar-besaran ke Kedutaan Besar AS di Jakarta, seperti yang akan dilakukan Al Aqsa Working Group pada Jumat (8/12).

Mereka akan melakukan aksi jalan kaki dari Kedubes Palestina dan berakhir di Kedubes Amerika Serikat.

Sayangnya, kata Eggi, ia sedang ada kesibukan di Riau dan tidak tergabung dalam komunitas itu sehingga ia tidak bisa mengikuti aksi tersebut.

Ketua PA 212 Slamet Maarif juga menyetujui aksi tersebut. Namun ia belum bisa memastikan akan mengikuti aksi solidaritas itu.

"Baguslah kalau untuk Aqso. Saya mempersilakan umat Islam untuk ikut. Kalo untuk aksi damai, bela Aqso, saya dukung," kata Slamet saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (7/12) sore.

Terkait permasalahan ini, menurut Slamet dan Eggi, PA 212 masih akan melakukan koordinasi.

Rencananya PA 212 akan membahas permasalahan ini dalam rapat pada Jumat (8/12). Dari rapat tersebut, menurut Eggi baru akan diketahui aksi apa yang akan dilakukan PA 212. (wis)