PKS Nilai Klaim Trump Soal Yerusalem Jadi Blunder Politik AS

Abi Sarwanto , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 23:50 WIB
PKS Nilai Klaim Trump Soal Yerusalem Jadi Blunder Politik AS Fraksi PKS menilai, kedutaan AS di Jakarta harus menjelaskan keputusan Donald Trump. Keputusan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu jadi isu sensitif. (REUTERS/Kevin Lamarque).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memindahkan kedutaan besar dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan sebuah provokasi dan blunder.

"Apa yang dilakukan Trump yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan blunder politik Pemerintahan Amerika Serikat," kata Jazuli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/12).

Pemerintah Amerika Serikat dan kedutaannya di Jakarta, kata Jazuli, harus menjelaskan keputusan ini karena merupakan isu sensitif bagi bangsa Indonesia, bahkan dunia.


Pernyataan itu, lanjut Jazuli, sama saja bentuk dukungan terhadap penjajahan dan penindasan terhadap rakyat Palestina dan melukai 1,7 miliar umat Islam serta juga umat-umat lain yang cinta perdamaian dan kedamaian dunia.

Jazuli menegaskan, Indonesia memiliki posisi diplomasi yang jelas dan tegas atas Palestina. Hal itu sejalan dengan amanat pembukaan UUD 1945, yaitu menentang penjajahan di atas dunia termasuk yang dilakukan Israel atas tanah dan rakyat Palestina.

"Pemerintah Indonesia selama ini selalu terdepan dalam mendukung upaya mewujudkan Palestina merdeka. Fraksi PKS mendukung penuh protes keras pemerintah," kata Jazuli.


Untuk itu, Anggota Komisi I DPR ini mendesak Trump dan Pemerintah Amerika Serikat untuk menganulir pernyataannya jika masih ingin dianggap sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Menurutnya, sudah banyak kajian serta keputusan yang menegaskan Israel tidak memiliki hak atas Yerusalem. Bahkan, kata dia, UNESCO telah mengeluarkan resolusi yang mengecam kegiatan penggalian arkeologi oleh Israel di Yerusalem dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

"Apa yang dilakukan Pemerintah AS sama saja mengabaikan dan melanggar resolusi badan-badan dunia dan mengabaikan upaya perdamaian dan penghormatan atas hak asasi manusia," ucap Jazuli.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengecam keras kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS tehadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan itu," ujar Jokowi di Istana Bogor, hari ini.

Jokowi menilai, pengakuan Trump telah melanggar resolusi PBB di mana AS turut menjadi anggotanya, "Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," kata Jokowi. (osc/osc)