BPBD DKI Sebut 10 Titik Rawan Longsor di Jakarta

Tiara Sutari , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 22:42 WIB
BPBD DKI Sebut 10 Titik Rawan Longsor di Jakarta Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royter mengingatkan warga ibu kota Republik Indonesia itu soal dampak dari tingginya curah hujan di Jakarta yang diyakini akan terus terjadi beberapa waktu ke depan. Jupan juga membeberkan titik-titik rawan longsor akibat tingginya curah hujan di wilayah Jakarta.

Jupan mengatakan dalam kajian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan curah hujan tinggi akan terus terjadi di Jakarta hingga Januari mendatang.

"Berdasarkan kajian BMKG kemarin, bahwasanya puncak curah hujan itu terjadi pada minggu pertama atau kedua di bulan Januari," ujar Jupan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (7/11).


Jupan pun menyampaikan prediksi terkait potensi terjadinya longsor akibat curah hujan tinggi itu. Sedikitnya ada 10 titik rawan longsor yang berada di Jakarta.

Diperkirakan 10 titik itu menyebar di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, yakni delapan titik di Jakarta Selatan, dan dua titik di Jakarta Timur.

“Ada delapan kecamatan di Jakarta Selatan itu kayak di Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Tebet, Pesanggrahan, Pasar Minggu, sama Cilandak. Kalau Jakarta Timur itu kita prediksi ada dua, yang di Kramat Jati sama Pasar Rebo,” tutur Jupan.


Untuk mengantisipasi bencana akibat curah hujan yang tinggi tersebut, BPBD kata Jupan akan terus memberikan informasi kepada masyarakat dengan tujuan mengurangi risiko bencana yang tidak diinginkan.

"Kami sudah sampaikan ke wali kota dan camat bahwa akan ada (potensi) pergeseran tanah. Kami sendiri sudah siaga persiapkan semuanya,” ujar Jupan tanpa merinci persiapan yang ia katakan.

Curah hujan tinggi di ibu kota tak lepas dari pengaruh Siklon Tropis Cempaka yang menghampiri Pulau Jawa. Usai Siklon Cempaka reda, Siklon Dahlia diprediksi akan muncul.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya menyatakan telah mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk sebagai akibat dari siklon tersebut.

Hal itu diutarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (29/11).

"Kalau Jakarta singkat saja, kami menyampaikan bahwa Jakarta memulai operasi siaga ibu kota," ucap Anies. (wis/kid)