Wacana Kursi Angkot Menghadap ke Depan Masih Harus Dikaji

Tiara Sutari , CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 04:34 WIB
Wacana Kursi Angkot Menghadap ke Depan Masih Harus Dikaji Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansah, menyebut wacana terkait kursi angkutan kota (Angkot) untuk penumpang bisa menghadap ke depan merupakan usulan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang masih perlu dikaji.

"Organda yang kasih masukan dan contoh mobilnya. Kita lihat, oke, boleh. Tapi kita kaji plus-minusnya seperti apa," kata Andri Yansah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Salah satu faktor yang harus dikaji adalah jumlah penumpang yang dapat diangkut jika kursi menghadap ke depan. Angka ini nantinya berpengaruh pada jumlah armada yang beroperasi di jalan.

"Kalau seumpama keterangkutannya sedikit, berarti armadanya banyak. Kalau keterangkutannya banyak, berarti armadanya sedikit. Ini harus diperhitungkan,” kata Andri.
Selain itu, faktor kenyamanan penumpang juga harus dikaji. Menurut Andri, kenyamanan juga dipengaruhi oleh jarak tempuh angkutan tersebut.

"Karena angkot itu kan trayeknya pendek. Makanya di situ pakai berhadap-hadapan karena trayek pendek. Karena in-out-nya gampang. Jadi faktor-faktor itulah yang harus kita kaji," kata dia.

Andri menyebut, sistem ini juga bukan tidak mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lainnya. Dia mencontohkan, penumpang dari kursi belakang tentu akan kesulitan menuju pintu depan ketika hendak turun sehingga membutuhkan waktu lama.

“Ya masa pas mau turun semua penumpang turun dulu yang di depan biar bisa keluar lewat pintu. Kan lama. Ini juga mesti diperhitungkan,” kata dia. (has)