"Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada senior saya, Jenderal Gatot Nurmantyo yang selama ini telah membimbing saya untuk bisa sampai ke pucuk pimpinan. Banyak yang diberikan oleh beliau, Jenderal Gatot (kepadanya)," ujar Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/12) sore.
Hadi yang sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu mengatakan, sebagai Panglima TNI yang baru, maka tugasnya melanjutkan apa yang sudah direncanakan dan dilakukan Gatot. Kata Hadi, ada lima program prioritas TNI di bawah Gatot selama ini yang harus diteruskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi lebih jauh menjelaskan, lima program prioritas itu harus dilanjutkan karena sejalan dengan visi-misi dan nawacita Presiden Jokowi.
Marsekal Hadi Tjahjanto resmi menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada 1 April 2018. Hadi resmi memegang tongkat komando Panglima TNI usai dilantik Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan.
Hadi merupakan lulusan Akademik Angkatan Udara (AAU) tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987.
Dia adalah perwira TNI AU kedua yang menjadi Panglima TNI dalam 10 tahun terakhir. Sebelumnya ada Marsekal (Purnawirawan) Djoko Suyanto yang memegang tongkat komando pucuk pimpinan tertinggi TNI pada 2006-2007 silam.