Hal tersebut disampaikan Akbar kepada wartawan saat ditemui di sela-sela acara Sarasehan Nasional Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan.
Menurutnya, niat tersebut disampaikan oleh Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut saat dirinya dan sejumlah sesepuh Partai Golkar menyambangi rumah Soeharto, Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan di Cendana memang kami diundang oleh Tutut dan dia menyampaikan bahwa mereka juga terpanggil untuk memperkuat Golkar dalam agenda-agenda partai politik ke depan dan dari pihak keluarga telah menyetujui Titiek," ucap dia.
Dia menjelaskan, Airlangga telah mendapatkan dukungan hampir mayoritas pemegang hak suara.
Namun demikian, Akbar menyampaikan, politik selalu ada perkembangan yang membuka peluang lahir pesaing baru.
"Saya dengar tadi sudah 31 dan hari ini 34 dan ini kenyataan. Dengan demikian, bila sampai ke Munaslub ini tentu Airlangga yang menjadi ketua umum," kata mantan Ketua Umum Golkar itu.
Lebih dari itu, Akbar tidak mempersoalkan keinginan Keluarga Cendana mencalonkan Titiek menjadi Ketua Umum Golkar. Menurutnya, Titiek adalah kader lama dan aktif dalam kepengurusan Golkar di bawah pimpinan Setya Novanto saat ini.
Dia berkata, seluruh kader Golkar memiliki kesempatan untuk maju sebagai calon ketua umum. Namun, lanjunya, keputusan terkait sosok yang terpilih nantinya akan ditentukan oleh pemegang hak suara.
"Bagaimana nanti dalam kenyataan ada unsur yang telah didukung oleh DPD tingkat I, termasuk di situ ada namanya Titiek ya harus dilihat sebagai suatu fakta, memang itu ada dan memang kemudian ada kesempatan ada diputuskan secara final siapa yang akan menjadi ketua umum," kata dia.