Hal itu disampaikan Tito usai menggelar konferensi video bersama sejumlah menteri, kapolda dan jajaran pemerintah daerah di Markas Besar Polri, Senin (11/12).
Dia menyatakan, Polri melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan mengawasi persediaan bahan pokok demi menjaga stabilitas harga dan mewujudkan kenyamanan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru, secara ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal bintang empat itu mengaku, telah mendapatkan informasi tentang perkembangan stok bahan pokok dan harga di pasaran.
Polri akan mengawasi distribusi kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
"Potensi macetnya distribusi itu ada. Tetapi kenaikan harga di pasaran karena masalah itu masih bisa ditekan," kata Tito.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mememastikan persediaan 11 komoditas strategis aman hingga saat ini. Menurutnya, hal tersebut turut menjamin kestabilan harga di pasar.
"Kami stabilkan harga tanpa impor beras, dan bawang merah, dan tanpa impor jagung, dan empat cabai segar," kata Amran.
"Stok kami cukup. Lebih dari cukup," kata dia.
Selain Menteri Pertanian, turut hadir Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf, dan Direktur Utama Djarot Kusumayakti. (sur)
Polri akan mengawasi distribusi kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)