Arya mengunggah cuitan yang dinilai Lukman bernada provokasi melalui media sosial terkait kedatangan Ustaz Abdul Somad di Bali.
Akibat cuitan provokasi itu, Ustaz Somad yang hendak berceramah, ditolak sejumlah anggota Ormas di Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam fanpage Facebook, Arya juga mengunggah status, "Siapapun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali."
Lihat juga:Ormas Pendukung UUD 45 Asli Bisa Dibubarkan |
Selain itu, Lukman mengatakan, pengaduan terhadap Arya itu juga tidak lepas dari kedekatan dengan Ustaz Somad, karena Lukman dan Somad sama-sama berasal dari Riau.
Kata Lukman, Ustaz Somad merupakan ulama yang dihormati di Riau yang merupakan daerah pemilihannya.
"Saya melihat bahwa kasus Ustaz Abdul Somad di Bali itu sangat mengganggu masyarakat yang ada di Riau. Karena Ustaz Somad ini panutan, tokoh ulama dari Riau, dan sekarang menjadi idola di Provinsi Riau," ujarnya.
Laporan Lukman diterima kepala Bagian Sekretariat BK DPD, Deny Suwandani.
Ustad Somad ditolak sejumlah anggota Ormas saat akan berceramah di Denpasar, Bali, Jumat (8/12). Massa mendatangi hotel Somad dan meminta agar tidak memecah belah bangsa.
"Saya menghormati, dan akan menghadapinya. Saya akan jelaskan semuanya. Sampai saat ini saya belum mendapatkan surat dari BK," kata Arya saat dihubungi CNN Indonesia.com.
Arya juga menegaskan, dia tidak memiliki kaitan dengan Ormas-Ormas yang menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad. Kicauannya di media sosial, kata dia, juga tidak menyebut nama Abdul Somad.
"Saya justru ingin menjaga kedamaian di Bali, karena sebelum saya sejumlah Ormas telah menyatakan penolakan, makanya saya ingin mengingatkan masyarakat agar menjaga perdamaian," kata dia, "Saya heran mengapa saya yang dilaporkan." (ugo/sur)