"Kami berharap dengan aksi damai ini Donald Trump mengubah kebijakannya," kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/12).
Amirsyah mengatakan, hingga kini pihaknya menyerukan aksi damai dan tidak memboikot produk AS. Namun jika tuntutan aksi itu tidak dihiraukan oleh Trump, MUI mengancam akan menyerukan boikot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengklaim, aksi tersebut akan diikuti massa dari lintas ormas dan berbagai elemen masyarakat. Amirsyah mengatakan, unjuk rasa tersebut tidak digelar di depan kantor Kedutaan Besar AS, tapi di kawasan Monumen Nasional (Monas).
"Bukan di Kedubes AS, harapannya suaranya ke sana juga," katanya.
MUI akan menggelar aksi menyikapi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha) |
"Kami sudah koordinasi dengan Mabes Polri," kata Amirsyah.
Sebelumnya, sejumlah ormas telah menggelar aksi menentang kebijakan Trump terkait Yerusalem. Mereka menggelar aksi di depan kantor Kedubes AS.
Keputusan Trump terkait Yerusalem dilandaskan pada satu undang-undang yang sudah diloloskan Kongres AS sejak 1995. Di dalamnya mengatur tentang pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
“Saya sudah memutuskan bahwa ini waktunya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (6/12).
"Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945," kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (7/12).
[Gambas:Video CNN] (djm)
