Keberadaan buku tersebut hangat diperbincangkan di media sosial. Seorang mahasiswa Universitas Negeri Jember, Muhammad Arifin mengaku langsung mengecek ke salah satu toko buku begitu mendapat info melalui grup percakapan instan.
"Saat saya cek di toko, ternyata benar bahwa memang ada buku paket pelajaran IPS kelas 6 A SD, yang menyebut Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel. tidak hanya itu, di kolom Ibu Kota Palestina sengaja dikosongkan," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan langsung berkoordinasi dengan atasan, agar buku itu segera ditarik dari penjualan," kata Andi.
Ia mengatakan, buku tersebut bukan didistribusikan Dinas Pendidikan. Sejauh ini ia juga belum mengetahui apakah buku tersebut dijadikan buku wajib di sekolah atau tidak. Namun
"Kami berjanji segera menghubungi penerbit, supaya buku itu ditarik dari peredaran," kata Debora.
Sejumlah aksi digelar di Kedutaan Besar AS di Jakarta mendesak Trump mencabut pernyataan itu. Pemerintah Indonesia juga menggalang dukungan dari dunia internasional agar pengakuan AS itu tidak diikuti oleh negara-negara lain. (dik/sur)