Ketujuh menteri yang mendapat penghargaan yakni, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Setkab) Pramono Anung, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, serta Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djoewita Moeloek.
Penghargaan langsung diberikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan pada Rabu (13/12).
"Ini chemistry-nya masuk, mereka tulus membantu dan bekerja sama dengan Polri," kata Tito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai Menkeu, Sri Mulyani dinilai berperan membangun Polri terkait anggaran kepolisian dan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Sementara itu, Pratikno selaku Mensesneg, berperan dalam memantapkan peran Polri untuk mendukung berkoordinasi dalam lembaga antarpemerintah.
Lalu, Budi sebagai Menhub berperan dalam mewujudkan keamanan ketertiban lalu lintas dan membuat inovasi transportasi yang mendukung tugas Polri dalam menjaga keamanan. Selanjutnya, Basuki selaku Menteri PUPR Basuki dinilai mendukung sarana prasana fasilitas umum dalam menjalin tugas Polri untuk mewujudkan keamanan masyarakat.
Terakhir, Nila sebagai Menkes dianggap mendukung Polri dalam pelayanan yang berkaitan
Pramono pun mengapresiasi langkah Polri ini. Politikus PDI Perjuangan itu berharap, penghargaan ini dapat mendorong kinerja seluruh pejabat pemerintahan.
"Mudah mudahan ini menjadi motivas kami dalam bekerja," ujar Pramono usai menerima penghargaan. (lav)