Hal itu diungkapkannya ketika ia memeriksa lokasi tersebut. Anies tiba di lokasi pada pukul 06.00 WIB. Menurutnya, di terowongan tersebut kerap muncul genangan hingga 50 centimeter saat hujan deras. Ini terjadi akibat efek proyek. Yang mesti bertanggung jawab, kata dia, adalah penggarap proyek.
"Adhi Karya. Pengelola proyek, karena ini dalam proyek. Proyek mereka dan Adhi Karya yang akan membereskan. Tadi saya sudah bicara dengan mandornya," jawab Anies, saat ditanya soal pihak yang mesti bertanggung jawab soal genangan di lokasi itu, di Jakarta, Kamis (14/12) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, ketika kemarin kita menyebut salah satu sebab adalah pembangunan yang tidak memperhitungkan aliran air, Ini contohnya," ucap dia.
Meski begitu, Anies mengaku tidak bermaksud menyalahkan pengelola proyek, yakni PT. Adhi Karya. Pihaknya hanya ingin melakukan perbaikan.
Anies kemudian menginstruksikan agar beton-beton yang berada di jalanan supaya digeser penempatannya sehingga tidak membuat aliran air terhambat.
"Semua yang sifatnya penghalang air, semua dihilangkan. Jadi, hari ini akan dikerjakan. Insya Allah tuntas," tutupnya.
Saat coba dikonfirmasi, Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto dan Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Ki Syahgolang belum merespon permintaan wawancara cnnindonesia.com.
Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan Anies menyinggung proyek LRT atau MRT sebagai salah satu penyebab genangan di Jakarta.