"Harus ingat nanti pas adzan Subuh itu harus ingat. Itu harus beribadah. Salat dulu pas subuh. Sekarang subuh itu kan jam 04.08 sekarang," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (14/12).
Lihat juga:Polisi Antisipasi Rencana Ormas Sweeping DWP |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga menambahkan, aparat keamanan dan pemerintah provinsi DKI Jakarta akan mengawasi ketat gelaran DWP, terutama soal kemungkinan peredaran minuman keras dan narkotika dalam pagelaran musik itu.
Meskipun telah memastikan tak akan ada minuman keras, Sandi tak menjelaskan secara rinci cara pengawasan yang akan dia lakukan.
Sandi berulang kali hanya menyebutkan akan ada pengawasan yang dilakukan berbagai pihak.
"Ya intinya kita akan lakukan pengawasan. Diawasi. Diawasi," kata Sandi.
Berkaitan dengan penolakan sejumlah Ormas terhadap gelaran DWP, Sandi menyebut telah berkomunikasi dengan ormas-ormas penolak DWP. Kata Sandi, tidak ada alasan apapun untuk menghentikan festival musik tahunan tersebut.
"Saya sudah dapat laporan, dari 3000-an pengunjung itu, 30 sampai 40 persennya kan dari luar negeri. Ini sungguh bagus untuk tingkatkan pariwisata dong," kata dia.