"Tadi kami bahas mengundang beliau untuk hadir dalam Munas. Ya beliau akan hadir," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (14/12).
Airlangga mengklaim, dirinya tidak membahas hal lain di luar undangan tersebut. Bahkan ia menolak berkomentar soal rangkap jabatan dirinya yang juga selaku Menteri Perindustrian.
Ia berkata, status dirinya sebagai Menteri Perindustrian akan ditentukan saat rapat pimpinan nasional (Rapimnas) dan Munaslub. Ia juga mengklaim, status Ketum Golkar masih bersifat keadaan kahar atau force majeure.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, Airlangga menyampaikan, proses pembahasan posisi Ketua DPR pasca Setya Novanto menjadi terdakwa akan dilakukan di internal partai sebelum masa reses DPR berakhir pada 9 Januari 2018.
Sebelumnya, Rapat pleno DPP Golkar memutuskan Ketua Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar yang baru menggantikan Setya Novanto.
Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan berdasarkan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) terkait masalah hukum yang dihadapi Setya Novanto, jabatan Ketua Umum Golkar dinyatakan lowong.
Pasca penetapan itu, DPP akan menggelar Rapimnas pada 18 Desember 2017 dan Munaslub pada 19-20 Desember 2017. (lav/lav)