Peneliti Politik dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesis (LIPI) Siti Zuhro mengungkapkan, pengunduran diri Airlangga dari jabatan Menteri Perindustrian akan dilakukan setelah Golkar mengadakan Munaslub dan Airlangga secara definitif dilantik menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
"Setelah Munaslub dia langsung mengundurkan diri. Menurut saya seperti itu," kata dia, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Jokowi pernah melontarkan pernyataan bahwa seluruh Menterinya dilarang merangkap jabatan dengan posisi di partai politik maupun di perusahaan. Tujuannya, agar kabinetnya benar-benar fokus mengurus rakyat.
Siti mengamini, rangkap jabatan Menteri itu, terlebih dengan posisi Ketua Umum Parpol, tentu akan memecah belah fokus dalam pekerjaan. Dan hal itu tak diinginkan Airlangga.
"Mengurus partai memerlukan waktu 1x24 jam. Pak Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar 2009-2014) saja yang enggak nyambi (di kabinet) enggak mampu juga mendongkrak Golkar, apalagi disambi-sambi," cetus dia.
"Daripada nanti menimbulkan citra negatif, lebih Pak Airlangga mundur dari menteri," ucap dia.
Dengan mundur dari jabatan Menteri, lanjutnya, Airlangga bisa lebih fokus mengatasi permasalahan di internal Golkar dalam rangka menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.
Secara umum, kata Karyono, ada sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan Airlangga. Pertama, menyiapkan berbagai langkah untuk kembali membuat interal Golkar kembali solid. Kedua, mengembalikan citra Golkar untuk menghadapi agenda politik.
"Dia (Airlangga) harus mundur dari kabinet supaya bisa fokus," ujarnya.
"Saya kira akan bareng dengan Khofifah itu akan lebih baik. Khofifah mundur karena (menjadi) Cagub Jatim. Nah, kelihatannya akan lebih baik bareng, tidak terlalu lama juga. Kan bulan depan sudah mulai pendaftaran (bakal calon Gubernur) di KPU," ujar Karyono.
(arh/djm)