"MUI akan pimpin aksi itu dan turun langsung bersama organisasi massa (ormas) Islam. MUI mengajak seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia untuk turut hadir dalam aksi," kata Wakil Sekjen MUI Muhammad Zaitun saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/12).
Zaitun mengatakan, acara itu dimotori MUI bersama sejumlah ormas Islam. Salah satunya adalah Gerakan Nasional Penjaga Fatwa (GNPF) Ulama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi itu bentuk solidaritas Indonesia terhadap Palestina. Dulu kita waktu merdeka, Palestina yang mengakui kita merdeka," kata Zaitun.
Dihubungi terpisah, Wakil Sekjen MUI Nadjamuddin Ramly menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan Aksi Bela Palestina akan dipimpin langsung Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin.
"MUI yang pimpin aksi itu. Jadi Ketua Umum MUI Ma'ruf amin akan pimpin langsung di lapangan Monas," kata Ramly.
Ramly mengatakan logistik dan sejumlah kebutuhan aksi sudah disiapkan panitia. Panitia itu dipimpin Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan dan Wakil Ketua GNPF Ulama Zaitun Rasmin.
Ramly mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk pembelaan terhadap Palestina dan menolak keputusan Trump. Bukan aksi yang mengarahkan untuk memboikot produk AS bila Trump tidak menarik keputusan tersebut.
"Saya kira kalau boikot produk AS sudah terjadi di Eropa dan sejumlah negara. Itu kesadaran masing-masing dan kami tidak menyatakan itu. Mungkin itu suara dari umat, tapi kami secara organisasi tidak menyatakan boikot produk AS," kata Ramly.
Pernyataan Ramly soal boikot produk AS berbeda dengan Zaitun. Zaitun mengatakan wacana boikot produk AS memang ada dan akan dilakukan.
"Kalau Trump tidak cabut keputusan, maka MUI berencana untuk boikot produk AS. Sekarang kita lagi fokus aksi dan kita berharap tuntudan dapat dipenuhi. Rencana boikot itu sampai sekarang belum rinci," kata Zaitun. (kid/djm)