"Pada saat pendaftaran, saya akan ajukan surat pengunduran diri. Jadi, daftar dulu, nanti setelah terdaftar baru saja mundur," tutur Murad di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/12).
Murad mengklaim, telah mendapatkan izin dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk maju sebagai cagub. Tak hanya itu, dirinya juga meminta rekomendasi dari Kapolri untuk bisa ikut dalam ajang pemilihan kepala daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pimpinan Polri sangat support (mendukung) dan tidak sangka, institusi polisi harus bangga ada penerus untuk menjadi kepala daerah, kan selama ini cuma satu di Bali, Made Mangku Pastika," katanya.
Selain itu, lanjut Murad, ia juga sudah mempersiapkan diri untuk maju sebagai cagub Maluku sejak Mei lalu.
"Dari bulan Mei, saya bangun komunikasi dengan semua pimpinan partai, kira-kira mereka mendekati baik atau tidak, ternyata baik," imbuh dia.
Selain PDIP, Murad mengungkapkan, ada sejumlah partai lain yang juga telah memberikan dukungan, yakni Nasdem, Hanura, PKPI, PAN, dan Gerindra.
Ia optimistis, memenangkan Pilkada di Maluku dengan perolehan suara lebih dari 60persen. "Ya (yakin menang), di atas 60 persen," pungkas Murad. (bir)