“Jejak digital yang ada di hp (handphone/ponsel)-nya ternyata penuh dengan ujaran kebencian, ancaman kekerasan, ancaman pembunuhan. Ada ke Pak Presiden, Pak Prabowo, Pak SBY,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/12).
Lihat juga:Seorang Pria Berusaha Terobos Istana Negara |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil pemeriksaannya menunjukkan ke inkonsistenan. Ditanya A jawabnya B. Ditanya B dijawab C. Tentu harus didalami kesehatannya,” katanya.
“Kalau dia gila, gugur, tapi kalau dia beralibi gila enggak bisa karena pasti pemeriksaan,” ujar Martinus.
Upaya penerobosan kompleks Istana Kepresidenan juga sebelumnya pernah dilakukan seorang pria berinisial BP, Senin 13 November lalu. BP diduga mengalami gangguan kejiwaan sehingga melakukan perbuatan tersebut.
Saat menerobos itu, BP pun mengancam Paspampres dengan menggunakan obeng. Pria yang diketahui pernah dirawat di rumah sakit jiwa ini juga meminta untuk bertemu dengan Jokowi. (kid/djm)