"Saya mengajak kepada Partai Kebangkitan Bangsa untuk duduk satu meja bersama-sama melakukan pembahasan pemilu gubernur di Jawa Barat," kata Dedi di arena Munaslub Golkar, JCC Senayan, Jakarta, Rabu (20/12).
Menurut Bupati Purwakarta ini, pendekatan itu masih seputar penjajakan koalisi untuk memenuhi 20 persen kursi DPRD sebagai syarat pencalonan, belum berbicara mengenai sosok yang akan dimajukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari awal saya menyampaikan jangan dulu bicara orang, bicara lah tentang perahunya yang cukup, baru yang isinya siapa," kata dia.
Selain dengan PKB, Dedi mengungkapkan, Golkar juga terbuka untuk menjalin koalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sebab, jika PKB benar mencabut dukungan kepada Ridwan Kamil, maka PPP tidak punya cukup kursi untuk mencalonkan Wali Kota Bandung itu dengan Partai NasDem.
Sebelumnya, Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, saat ini Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi prioritas utama untuk diusung menjadi bakal calon gubernur dalam Pilgub Jabar 2018. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari dicabutnya dukungan Golkar untuk Ridwan Kamil.
"Dedi Mulyadi prioritas utama, dia ketua DPD Golkar," kata Nurdin di sela Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Goklar, Jakarta Convention Centre, Selasa (19/12). (osc/djm)