Hal itu dipastikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, Rabu (20/12) usai bertemu dengan PT Tamasia Global Sharia dan Badan Kotak Majelis Ta'lim (BKMT).
"Tidak pakai dana Pemprov, kan kami sudah sediakan tempat, pelaminan. Melalui Bazis sudah menyediakan mahar seperangkat alat salat, juga pesta-pesta dan kembang api. Jadi kita sudah cukup," kata Sandi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emas Digital
Saat akad nikah nanti, peserta nikah massal tidak akan menerima mahar emas berbentuk fisik, baik kepingan atau perhiasan. Hal tersebut guna mencegah tindakan kriminal pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang hendak menyalahgunakan atau bahkan mencuri emas tersebut.
"Karena ini perkawinan zaman now, emas enggak bisa dibawa. Bawa mahar 524 (buah) pada malam seperti itu mungkin menimbulkan peluang yang bisa dipergunakan pihak-pihak tak bertanggung jawab," kata Sandi.
"Dari segi risiko keamanan tahun baru, jadi kita berikan deposit di akun Tamasia. Setiap calon pengantin, mempelai wanita, akan kita bukakan akun di Tamasia," kata CEO Tamasia, Muhammad Assad.
Satu pasang akan mendapatkan satu gram emas. Bentuk formalnya, pada saat akad atau ijab kabul, pengantin dapat menerima sertifikat kepemilikan emas.
"Ini menandakan mahar nikah massal satu gram ini bisa dicairkan atau dia bisa lanjut ditabung di aplikasi kita. Aplikasi sudah tersedia di iOS dan Android," kata Assad.
"Beberapa caranya adalah kita lakukan penggalangan dana untuk ajak pelaku usaha dan donatur yang ingin menyumbangkan emas buat para jomblo," kata Assad. (djm)