Pelanggaran HAM Masa Lalu Jadi Prioritas Komnas HAM 2018

Ramadhan Rizki Saputra | CNN Indonesia
Kamis, 21 Dec 2017 07:10 WIB
Komnas HAM merancang empat hal prioritas yang harus diselesaikan pada 2018 mendatang. Salah satu agenda prioritas itu menuntaskan kasus-kasus HAM masa lalu. Komnas HAM merancang empat hal prioritas yang harus diselesaikan pada 2018 mendatang. Salah satu agenda prioritas itu menuntaskan kasus-kasus HAM masa lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah merancang empat prioritas untuk dituntaskan di tahun 2018. Salah satunya memberikan perhatian khusus dan menuntaskan pelbagai kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

Komisioner Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyatakan pihaknya bakal memprioritaskan penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu pada 2018 mendatang.

"Tentu kita tetap dengan prioritas kita terus mendorong penyelesaian HAM masa lalu," ujar Ahmad ketika ditemui di Kantor Komnas HAM, Menteng, Rabu (20/12).


Dalam rangka mencari solusi mandeknya penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu, Ahmad bersama para komisioner Komnas HAM lainnya akan berdiskusi dengan pihak pemerintah, seperti Presiden Jokowi, Kejaksaan, Kementerian Polhukam, dan stakeholder lainnya.


"Untuk isu-isu tadi kita akan mendiskusikan dengan pemerintah, presiden, kejaksaan agung, Kementerian Polhukam dan lainnya, untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah tadi," ujar Ahmad.

Ahmad menegaskan bahwa Komnas HAM mampu menyelesaikan isu pelanggaran HAM masa lalu dengan baik. Ia yakin bahwa kasus-kasus HAM yang mangkrak akan segera didapatkan solusi terbaiknya.

"Semua isu HAM masa lalu harus diselesaikan. Dan itu harus dicarikan solusinya," tambahnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, sejauh ini para komisioner setuju jika Komnas HAM bekerja sama dengan sejumlah universitas untuk mencari solusi terbaik soal permasalahan ini.

Hal itu dilakukan untuk menampung aspirasi dari kalangan dosen demi menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu. Pertemuan dengan akademisi bakal dilakukan dalam waktu dekat.

"Kami (Komnas HAM) sudah mulai pembahasan ini dengan langkah cukup baik," ujar Choirul kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/12).


Choirul mengaku telah memiliki pandangan baru dalam penanganan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu agar tidak berjalan di tempat. Akan tetapi, ide tersebut belum disepakati oleh komisioner yang lain sehingga dia belum ingin menyampaikan.

"Harus disepakati melalui paripurna, baru bisa disampaikan atas nama lembaga," ucap Choirul.

Isu Agraria dan Radikalisme turut masuk Prioritas

Prioritas Komnas HAM yang kedua pada 2018 nanti yakni penanganan kasus yang bersinggungan dengan sektor agraria.

"Kita juga menyoroti masalah agraria, ini sangat penting karena banyaknya konflik agraria yang terjadi belum terselesaikan dengan baik," ujar Ahmad.

Setelah sektor agraria, Komnas HAM bakal juga memprioritaskan pelanggaran HAM yang berkaitan dengan radikalisme, ekstremisme, serta intoleransi di masyarakat.


Ahmad mengatakan bahwa, masalah ini harus ditindaklanjuti Komnas HAM karena Indonesia sudah mulai memasuki tahun politik di 2018 dan 2019. Jika tak ditangani secara serius, problem kekerasan dan radikalisme bisa merusak iklim demokrasi di Indonesia.

"Lalu prioritas menangani masalah radikalisme dan kekerasan, karena hal ini terkait dengan tahun politik juga, jangan sampai demokrasi kita terganggu," kata Ahmad.

Terakhir, Komnas HAM akan menaruh perhatian lebih terhadap pembenahan tata kelola kelembagaan. Menurut Ahmad, untuk membangun Komnas HAM yang berintegritas, tata kelola kelembagaan harus dibenahi dengan baik.

Ahmad mengaku sudah mengundang pihak ketiga seperti konsultan dan assesor untuk membenahi tata kelola kelembagaan di Komnas HAM.

"Untuk perbaikan kelembagaan. kita juga sudah mengundnag pihak ketiga seperti konsultan, aseseor untuk memperbaiki tata kelola kelembagaan kita," pungkasnya. (osc/osc)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER