“Ya haknya. Haknya Pangkostrad,” kata Hadi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (21/12).
Hadi tak berkomentar lebih lanjut mengenai niatan Edy terjun merambah politik. Hadi hanya mengatakan, maju sebagai calon kepala daerah merupakan hak pribadi Edy sebagai warga Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, sudah ada tiga partai politik memastikan diri berkoalisi mendukung Edy untuk berduet dengan Musa Rajekshah sebagai bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Sumatera Utara 2018, yakni Gerindra, PKS, dan PAN.
Tiga partai lainnya kini masih berembuk menentukan dukungan pencalonan di Pilgub Sumut.
Hanura (10 kursi) sempat memberi sinyal untuk turut bergabung mendukung Edy. Namun, dukungan Hanura untuk Edy-Musa masih di level pengurus provinsi dan masih menunggu pengesahan pengurus pusat.
PDIP (16 kursi) sejauh ini masih berproses di internal. sedangkan Demokrat (14 kursi) belum mendapat koalisi untuk mengusung Ketua DPD mereka, JR Saragih.
Pasangan Edy-Musa hampir dipastikan akan melawan calon petahana Tengku Erry Nuradi. Tengku Erry telah mendapat dukungan Golkar (17 kursi), Nasdem (5 kursi), PKB (10 kursi), PPP dan PKPI. (gil)