Komunikasi pun tetap dilakukan kepada tiga parpol yang mendukung Walikota Bandung di PIlkada Jabar 2018, Ridwan Kamil, yakni PKB, PPP, dan Partai NasDem, untuk melihat kemungkinan koalisi baru.
"Saya komunikasi dengan siapapun. Para ketua partai juga. Tadi pagi-pagi saya telepon dengan Ketua Umum PKB, Nasdem, PPP. Saya masih melakukan komunikasi dengan baik," ungkap dia, usai mengisi diskusi di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan Pilgub Jabar ini belum ada pasangan yang resmi mendeklarasikan diri. Ada yang men-declare, kan tapi berubah lagi. Jadi sangat terbuka untuk berbicara dengan siapapun," ujar dia, yang juga menjabat Bupati Purwakarta itu.
"Kita baru bicarain mitra koalisi. Kalau sudah terbentuk mitra koalisi, biarkan mereka yang menentukan orang (calon Gubernur/Wagub). Jadi jangan kita yang menentukan diri kita. Dari kelembagaan itu lalu menentukan orang," ucap Dedi.
Dari tiga parpol itu, Ridwan Kamil memiliki dukungan 21 kursi di DPRD. Jumlah tersebut memenuhi syarat dukungan minimal calon kepala daerah yang diusung partai, yakni 20 kursi. PPP memiliki kursi terbanyak di DPRD dengan jumlah 9, diikuti PKB 7 kursi dan Nasdem 5 kursi.
Setelah melepas Ridwan Kamil, Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, Dedi menjadi prioritas utama untuk diusung menjadi cagub Jabar dari Partai Golkar.