Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin memprediksi akan ada 7,46 juta penumpang pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru yang berlangsung 22 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018. Jumlah ini naik 11 persen dari jumlah penumpang di periode yang sama tahun lalu.
“Lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Awaluddin melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awaluddin mengatakan, pihaknya akan membuka posko Nataru di tiga belas bandara. Soekarno-Hatta sebagai bandara tersibuk, akan menyediakan tiga posko. Posko-posko tersebut terletak di Terminal 1B depan VIP sebagai posko utama, Terminal 2F dan Terminal 3.
Posko-posko ini dilengkapi dengan data traffic pergerakan penumpang di bandara, data extra flight, televisi untuk monitoring CCTV, serta untuk video conference yang digunakan untuk koordinasi bersama 12 bandara lain.
Posko-posko ini, menurut Awaluddin, akan membantu para penumpang, mendapatkan informasi terkait penerbangan.
"Dengan pengoperasian terminal baru, kapasitas bertambah besar dan jauh lebih nyaman," ujar Awaluddin.
AP II memiliki kewenangan mengelola tiga belas bandara di Nusantara. Bandara-bandara tersebut adalah Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Supadio, Minangkabau, Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II, Husein Sastranegara, Sultan Iskandarmuda, Raja Haji Fisabilillah, Sultan Thaha, Depati Amir, dan Silangit.
Pintu masuk terminal keberangkatan 1C Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. (CNN Indonesia/Katri Adiningtyas) |
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan, meskipun jumlah kursi mencukupi, tapi pada puncak arus mudik dan balik kursi yang ada bisa saja tidak tersedia karena jumlah penumpangnya melebihi rata-rata per hari.
"Saya mengimbau, masyarakat untuk memajukan atau memundurkan perjalanan mudik atau baliknya, menghindari puncak arus mudik dan balik,” kata Agus.
Kemenhub mencatatkan hingga H-5 liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, hari ini, Kamis (21/12), total penumpang pesawat udara tujuan domestik di 35 bandara yang dipantau Pos Koordinasi Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 Perhubungan Udara telah meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan untuk penumpang tujuan internasional justru mengalami penurunan. Namun demikian, jumlah penumpang secara keseluruhan (domestik Internasional) mengalami kenaikan.
Bandara yang melaporkan pergerakan penumpang domestik, antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Kualanamu Internasional, I Gusti Ngurah Rai, Juanda, Sultan Hasanuddin, SAMS Sepinggan, Adisutjipto, Adi Soemarmo, Ahmad Yani, Syamsudin Noor, dan Sam Ratulangi.
Bandara Soekarno Hatta Buka Dua Pintu Masuk
Demi menghindari terjadinya antrean panjang calon penumpang, otoritas Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, di Terminal 1C memberlakukan antrean lapor calon penumpang atau check-in nonbagasi hari ini.
Dalam pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, petugas mengarahkan para penumpang untuk maskapai Citilink dan Batik Air yang berangkat lewat terminal tersebut dalam dua kategori yakni calon penumpang yang membawa barang untuk dimasukkan ke dalam bagasi, dan penumpang yang membawa barangnya ke kabin pesawat.
Namun, bagi penumpang nonbagasi atau membawa barang ke kabin, hal tersebut tak dilakukan. Otoritas menugaskan petugas check in di luar pintu x-ray sehingga para penumpang nonbagasi tidak perlu berada dalam antrean yang sama.
Selanjutnya, para penumpang nonbagasi yang sudah check in itu pun tak perlu masuk ke dalam terminal lewat pintu check in, tapi bisa langsung lewat pintu lain yang disediakan sehingga tak perlu mengantre lagi.
"Self check-in ini lebih memudahkan, karena sebelumnya harus ngantre-ngantre di dalam juga," ujar Denny Amarullah yang akan terbang menuju Surabaya dari Terminal 1C, Bandara Soekarno Hatta, Jumat (22/12).
Mesin check in mandiri Counter Self Check-in di Terminal 1C Bandara Soetta, Cengkareng, Tangerang. (CNNIndonesia/Katri Adiningtyas) |
Selain di bandara, jumlah peningkatan pengguna transportasi pun terjadi di pelabuhan-pelabuhan seperti Merak, dan jalan tol seperti ruas tol Jakarta-Cikampek. (kid/djm)

