Pada prasasti peresmian itu terpampang nama Basuki Tjahja Purnama selaku Gubernur yang meresmikan RPTRA Tanjung Elang berseri.
Sandi terdiam beberapa saat sebelum bertanya pada beberapa staf pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu yang menemaninya berkeliling di Pulau Pramuka usai melaksanakan salat Jumat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang dimaksud Sandi adalah insiden pengucapan surat Al Maidah oleh Ahok dalam sebuah pidato di Pulau Pramuka pada 27 September 2016 lalu. Insiden inilah yang kemudian menjadi petaka untuk Ahok.
Mendengar penjelasan tersebut, Sandi kembali diam. Dia sesekali menganggukan kepala mendengar penuturan staf tersebut.
"Oh jadi datang lagi yah," kata Sandi mengulangi ucapan staf tersebut.
Setelah beberapa saat berdiri dan menatap nama Ahok dalam prasasti peresmian, Sandi pun berkeliling di RPTRA Tanjung Elang Berseri. Dia kemudian melihat anak-anak yang sedang bernyanyi lagu 'Tanah Airku' di salah satu pondok yang berada di kawasan tersebut.
Selesai berfoto, Sandi kemudian mengajak anak-anak untuk mengucapkan terima kasih kepada Ahok atas jasanya yang telah membangun RPTRA Tanjung Elang Berseri di Pulau Pramuka.
"Ayo anak-anak bilang sama-sama terima kasih Pak Basuki," kata Sandi. (osc/djm)