"Saya kira itu saya harapkan (Koalisi di Pilpres). Tapi tentu perjalanannya tergantung dari konstelasi politik hingga 2019," ujar Sohibul.
Dia melanjutkan, indikasi partainya dengan PAN dan Gerindra berkoalisi di Pilpres terlihat dari kesepakatan yang dicapai dalam rapat tertutup pada Minggu malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kita melihat Pilkada 2018 itu adalah stepping stone pada pemilu tahun 2019. Mudah-mudahan kalau bisa terpelihara," ujarnya.
Bahkan, terkait Pilkada, Sohibul mengaku sempat bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk membahas kemungkinan berkoalisi.
Gerindra bersama PKS dan PAN pernah membentuk koalisi pada Pilpres tahun 2014 lalu.
Saat itu pasangan Prabowo-Hatta dikalahkan oleh Jokowi-Jusuf Kalla.
Setelah Pilpres 2014, koalisi itu berlanjut di Pilkada DKI tahun 2017, tepatnya di putaran kedua untuk mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Anies-Sandi akhirnya terpilih sebagai pemimpin Jakarta setelah mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Pada Minggu malam, Gerindra bersama PKS dan PAN kembali sepakat berkoalisi di lima daerah menghadapi Pilkada Serentak 2018.
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, koalisi di lima daerah itu tetap memberi ruang bagi masing-masing partai untuk bergerak sendiri-sendiri di daerah lain. (wis)