"Bamsoet itu salah satu kandidat kuat yang memang punya peluang untuk ganitakan SN," kata Firman kepada CNNIndonesia.com, Minggu (24/12).
Firman yang juga anggota DPR dari Fraksi Golkar mengaku sempat ditanya oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung perihal posisi ketua DPR selepas Setnov menjadi terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal nama definitif untuk Ketua DPR, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR itu memastikan sejauh ini belum ada keputusan di DPP Golkar soal calon pengganti Setnov.
Menurut dia, semua kader partai beringin yang ada di DPR memiliki peluang yang sama menggantikan Setnov.
"Semua kan masih dinamis, masih dinamis, tentunya semua punya peluang yang sama," tuturnya.
Firman menyebut akan ada pengajuan nama dari Fraksi Golkar untuk pengganti Setnov menjadi ketua DPR pada sidang pembuka setelah reses, Senin 8 Januari 2018. Tetapi, keputusan pengganti Setnov di DPR nantinya juga menunggu arahan dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
"Kalau yang di DPR itu memiliki kewajiban mengikuti tergantung perintah partai. Kalau partai perintah a kita jalankan a, komandonya kan ketua umum. Kalau partai perintah b, kita juga b," kata dia.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, sampai Minggu ini belum ada pembahasan khusus mengenai pergantian Ketua DPR usai digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
"Belum ada pembahasan khusus terkait dengan penetapan Ketua DPR RI oleh Ketua Umum pasca-Munaslub Partai Golkar," kata dia.
Setnov sendiri sempat menunjuk Azis Syamsudin untuk menggantikan dirinya. Tetapi keputusan sepihak Setnov dari balik jeruji besi KPK itu tak disetejui Fraksi Golkar di DPR.
Saat ini, posisi Ketua DPR dijabat oleh Fadli Zon dengan status sebagai pelaksana tugas. Fadli menggantikan Setnov yang mundur pada awal Desember lalu menyusul penahanan dirinya oleh KPK dalam kasus e-KTP.
Fadli akan menjabat Plt Ketua DPR hingga ada nama definitif dari Golkar untuk menggantikan Setnov. (wis)