Susyana Suwadie, Humas Gereja Katedral dan Keuskupan Agung, berkata sejauh ini registrasi online berhasil. Namun Susy belum yakin apakah cara itu benar-benar efektif.
"Yang pasti tidak ada desak-desakan lagi," kata Susy sebelum misa Pontifikal berlangsung di Gereja Katedral, Senin (25/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:7 Simbol Natal dan Makna yang Diusungnya |
Pada perayaan agama sebelumnya, umat kerap berdesakan untuk berebut tempat di dalam aula utama dan aula lantai dua yang masing-masing hanya dapat menampung 800 orang dan 600 orang.
Bahkan untuk mendapat tempat paling nyaman selama beribadah di Gereja Katedral, jemaat kerap memakai jasa joki. Joki itu biasanya akan meletakkan tas untuk mengklaim tempat bagi sang pemesan jasa.
"Pantauannya memang tak ada lagi desak-desakan, tapi akan kami evaluasi lagi oleh pihak paroki gereja."
Jika hasil evaluasi dari paroki nanti memuaskan, sistem registrasi online ini akan diterapkan kembali pada perayaan hari raya Paskah tahun depan. (evn)