Pria yang karib disapa Sandi itu mengaku ingin melihat langsung penataan pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Pemprov DKI.
"Hari ini saya berkesempatan bersama temen-temen dari Irwandi UMKM, Dian, dan Haji Lulung, saya memantau langsung. Tentunya ingin melihat dengan mata kepala sendiri dan banyak catatan-catatan nanti kita semua kompilasi juga," tutur Sandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mengatakan, dalam kunjungannya para PKL sempat minta penambahan tenda gratis untuk mereka berjualan. Namun, Sandi menyebut saat ini Pemprov DKI belum bisa melakukan penambahan tenda untuk para PKL yang belum terdata.
[Gambas:Video CNN]
Sandi juga mengklaim, penghasilan para PKL yang telah mendapat tenda dan telah berjualan sejak Jumat pekan lalu, terus meningkat. Tetapi dia tak menyebut berapa nominal peningkatan pemasukan para PKL tersebut.
"Sekarang yang mendapat kesempatan jualan dan alhamdulillah dari beberapa yang kami tanyakan tadi omzetnya lumayan meningkat," kata Sandi.
Setelah blusukan ke tenda-tenda PKL, Sandi bersama Haji Lulung mencoba menggunakan bus 'Tanah Abang Explorer'.
Tanah Abang Explorer disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna memudahkan mobilitas warga dan pejalan kaki di kawasan niaga busana terbesar se-Asia Tenggara itu.
Bus ini berkeliling dan berhenti di tiap halte yang memutari kawasan Tanah Abang. Halte tersebut yakni Halte Stasiun Tanah Abang, Halte Blok G, Halte Blok B, Halte Auri, Halte Blok E, dan berakhir di Halte Flyover Jatibaru.
Sandi menyoroti peningkatan jumlah penumpang itu dan menyatakan bakal terus meningkatkan moda transportasi di Ibu Kota yang terintegrasi satu sama lain.
"Sudah hampir mencapai 10 ribu pengguna Tanah Abang Explorer, meningkat sangat pesat," ujarnya. (wis/djm)