Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin menuturkan, pengawasan bertujuan mengantisipasi keempat jenderal tersebut memanfaatkan jabatannya untuk mempromosikan diri.
"Yang kami lakukan pencegahan misalnya, acara jalan sehat yang mengundang massa dan di dalamnya ada orang yang mencalonkan diri (untuk Pilkada 2018)," ungkap Afifuddin, Selasa (26/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiganya masih aktif menjabat yakni Kapolda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Polisi Safaruddin yang diisukan maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Kalimantan Timur 2018.
Di institusi TNI, ada Pangkostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang bakal maju menjadi calon gubernur Sumatera Utara.
Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi menjadi salah satu jenderal yang digadang bakal bertarung di Pilkada 2018. (CNN Indonesia/M. Andika Putra) |
"Seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), TNI-Polri harus mundur dulu," ujar Afifuddin.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti mengaku khawatir dengan majunya sejumlah jenderal polisi dan TNI di Pilkada 2018.
Dia mengatakan, majunya para jenderal bisa memengaruhi lembaga kepolisian dan TNI yang seharusnya bersikap netral.
Ray juga khawatir para jenderal yang maju di Pilkada memanfaatkan anggaran dana dari instansinya.
Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi menjadi salah satu jenderal yang digadang bakal bertarung di Pilkada 2018. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)