Anggi Setiawan (45) merupakan salah satu penumpang yang ingin mencoba kerata bandara. Ia bersama suami, anak dan ayahnya naik kereta dari bandara ke Stasiun Sudirman Baru pukul 14.10 WIB.
"Kami parkir mobil di bandara, sekitar pukul 12.00 WIB. Saya bersama keluarga sengaja mau coba mumpung lagi libur," kata Anggi di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta Pusat, Rabu (26/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Ulfatunnisa Amalia (24) salah satu penumpang yang tiba di bandara pukul 11.00 WIB dari Banyuwangi sengaja naik kereta untuk mengetahui kualitas kereta bandara.
"Saya sudah pernah naik kereta bandara yang di Medan, sama kaya yang di sana. Stasiun dan kereta sudah bagus, tidak jauh beda sama yang ada di Singapura,” kata Ulfa.
Pengalaman berbeda disampaikan Anto Sumario (65), penumpang yang mengantar sepupu ke bandara untuk berangkat umroh. Ia merasa kerata bandara terlalu berisik bila dibandingkan dengan KRL.
"Kalau ayunan jelas kereta ini enak karena per masih baru, tapi kalau suara berisik sekali. Saya biasa naik KRL sehari-hari enggak seberisik ini. Tadi saya tanya teknisi, kata dia memang dari sananya," kata Anto.
Pada tahap promosi ini, harga tiket dijual Rp30 ribu per orang. Harga normal tiket akan dijual Rp70 ribu per orang, walau sebenarnya harga tiket normal Rp 100 ribu per orang.
Sementara, Anggi menilai harga tiket Rp 70 ribu tepat. Namun perlu ada fasilitas yang ditambah bila tiket dijual dengan harga tersebut.
"Mungkin dalam kereta bisa ditambah fasilitas WiFi. Kemudian stasiun lain yang dilewati seperti Duri, Manggarai dan Batu Ceper dibuat sebagus Stasiun Sudirman Baru," kata Anggi. (djm)