“Kami posisinya masih terus membangun komunikasi intensif dengan tetangga sebelah PDI Perjuangan,” ujar Romi di kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa malam (26/12).
Opsi tersebut menjadi pertimbangan utama karena PDI Perjuangan merupakan pemilik suara terbesar di Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Salah satu yang kita hormatkan di Jateng karena PDI Perjuangan adalah pemenang,” ungkapnya.
Romi pun menyebut, opsi kedua yang mungkin diambil pihaknya, yakni memajukan calon independen dengan elektabilitas yang tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan bersama partai-partai politik yang belum mengusung calon gubernur, seperti Golkar, Demokrat, PKB, Hanura, dan NasDem.
“Kami lihat komunikasi pada injury time tinggal dua minggu lagi Insya Allah akan berubah,” terangnya.
Adapun ia menyangkal partainya tengah menjajaki koalisi dengan poros Gerindra, PKS, dan PAN. Poros tersebut diketahui telah mengusung Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said.
“Sejauh ini dengan Gerindra dan PKS belum ada komunikasi,” jelas Romi.
Lihat juga:Bagi Khofifah, Nama Emil Sudah Final |
Mengenai Pilkada Jawa Timur, Romi mengaku tengah menjalin komunikasi yang intensif dengan Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa. Dia mengatakan kadernya di Jawa Timur telah menjalin beberapa kesepakatan politik dengan Khofifah.
Khofifah sendiri telah didukung menjadi calon gubernur Jatim 2018 oleh Demokrat dan Golkar. Sementara NasDem, PPP, dan Hanura berencana menyusul mendeklarasikan dukungan.
“Saya baru dapat laporan ada sejumlah kesepakatan politik yang kami bangun bersama Ibu khofifah,” tambahnya. (agi)