"Kami siapkan yang baru karena surat yang pertama dikeluarkan masih ditandatangani Plt Ketua Umum Idrus Marham dan Wasekjen," ujar Ketua DPP Golkar Zainuddin Amali seperti diberitakan Antara di Surabaya, Rabu (27/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isinya sama dan pasangan diusung juga tetap, Khofifah-Emil. Yang berbeda hanya tanda tangan. Sekarang Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekjen Idrus Marham. Sehingga kami tegaskan tak ada evaluasi untuk pasangan di Pilkada Jatim," cetusnya.
"Harapannya, setelah tahun baru ini semua berjalan kencang, termasuk tim koalisi juga segera dikoordinasikan. Apalagi nama Khofifah-Emil ini secara ketokohan dan figur sudah diketahui publik," kata dia.
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid sebelumnya menyebut ada aspirasi agar mengevaluasi dukungan terhadap kandidat Wakil Gubernur di Pilkada Jatim. Apirasi itu datang dari kader daerah. Nama Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni pun dimunculkan sebagai pengganti Emil.
"Wakilnya, kami mengharapkan Ibu Khofifah bisa melakukan evaluasi kondisi daerah dan pertimbangan untuk pemenangan. Itu harapan Golkar," kata Nurdin, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (22/12).
Terpisah, Khofiah menegaskan, diskusi tentang nama calon Wakil Gubernur yang akan mendampinginya di Pilkada Jatim 2018 sudah selesai. Nama Emil Dardak, yang merupakan Bupati Trenggalek, tetap dipegang.
Lihat juga:Bagi Khofifah, Nama Emil Sudah Final |
Di DPRD Jawa Timur, Golkar memiliki 11 kursi dari total 100 kursi. Selain Golkar, Khofifah didukung Partai Demokrat (13 kursi), Nasdem-Hanura (9 kursi), dan PPP (5 kursi).
Untuk bisa mengusung pasangan calon, paprol atau gabungan parpol minimal harus memiliki 20 persen kursi di DPRD Jawa Timur.
(arh/gil)