Somad tidak memedulikan caci maki dari warganet yang ditujukan kepadanya di medsos.
Ia juga mengimbau kepada para jemaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW saat dihina orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Somad mengatakan, masih banyak hal yang bisa diurus ketimbang membalas caci maki di medsos. Ia tidak ingin menghabiskan energi untuk keributan di medsos.
Menurutnya, musuh umat Islam sebenarnya adalah kebodohan dan kemiskinan.
Saat ini, Somad mengaku, sedang fokus untuk menggalang bantuan bagi masyarakat di pedalaman. Ia sedang mengawal bantuan untuk membangun masjid, musala, dan sekolah Alquran di berbagai daerah pedalaman di Indonesia.
Somad mengajak jemaah untuk fokus melakukan kebaikan karena ibadah bukan hanya di level ritual. Dia ingin menggaungkan semangat berbagi kebaikan lewat Safari Dakwah yang digelar di beberapa tempat di Jakarta pada 28 dan 29 Desember 2017.
Abdul Somad sedianya dijadwalkan memberikan ceramah setelah mendapat undangan dari TKI yang berada di Hong Kong.
"Dia tidak bisa masuk di sana, jadi dia diperiksa dompetnya semua, habis itu disuruh pulang," kata kuasa hukum Abdul Somad, Kapitra Ampera.
Kapitra mengatakan, Abdul Somad bersama dua rekannya, yakni ustaz Hidayat dan Nawir saat ditolak masuk Hong Kong. Setelah diperiksa pihak imigrasi setempat, hari itu juga Abdul Somad diminta meninggalkan Hong Kong.
Kapitra mengungkapkan, tak ada alasan jelas yang disampaikan pihak imigrasi soal penolakan terhadap Abdul Somad.