Somad langsung masuk ke aula yang tak terlalu besar untuk berceramah bertajuk Islam sebagai Solusi Menjawab Problematika Ummat. Ini merupakan bagian dari rangkaian safari dakwahnya pada 28-29 Desember. Ketatnya penjagaan membuat warga yang hendak berswafoto dan pewarta yang bermaksud mewawancarainya pun gagal.
Lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir, ini langsung tancap gas membagikan ilmunya kepada para jemaah. Secara garis besar, ia menceritakan ada tiga masalah utama umat, yaitu kemanusiaan, perbedaan keyakinan, dan hawa nafsu. Ia menjelaskan dengan ringan bahwa Islam ditakdirkan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ustadz H. Abdul Somad usai berdakwah di Gedung Sarana Jaya, Jakarta, (28/12). (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Selain itu, candaannya muncul ketika ia bicara soal kesombongan. Somad pun menyarankan jemaah untuk sering bertaubat kepada Sang Pencipta.
"Taubatlah engkau. Tapi jangan taubat mengundang Ustaz Somad," ucapnya.
Di mata jemaah, Somad dikenal sebagai pendakwah yang humoris. Gaya humorisnya pun menular kepada sikapnya dalam memandang suatu masalah. Dia selalu santai menanggapi persoalan.
Hal itu disebut tak lepas dari cuitan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali Arya Wedakarna yang dianggap provokatif. Anggota Fraksi-PKB di DPR Lukman Edy mengadukannya ke Badan Kehormatan (BK) DPD. Kuasa hukum Abdul Somad, Kapitra Ampera, mengadukan tindak persekusi itu ke Komnas HAM.
Kedua, penolakan di Hong Kong, pada Sabtu (23/12). Somad ditolak otoritas Hong Kong saat hendak memberi ceramah kepada TKI. Kontroversi menyebar di medsos. Ada akun yang mencibirnya, banyak pula yang membelanya mati-matian.
Saat pihak lain sibuk membelanya, lalu bagaimana Somad menyikapi penolakan-penolakan itu?
Ustaz lulusan Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Maroko, ini tak hirau dengan hujatan kepadanya. Menurut Somad, masih banyak hal yang bisa diurus ketimbang membalas caci-maki. Ia tidak ingin menghabiskan energi untuk hal semacam itu. Baginya, musuh sebenarnya adalah kebodohan dan kemiskinan.
Kuasa Hukum, Kapitra Ampera, beserta Lembaga Adat Melayu Riau melaporkan AWK (anggota DPD Bali) yang diduga melakukan persekusi terhadap Ustad Abdul Somad di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (18 /12). (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki) |
Ia pun meminta jemaah untuk meneladani sikap Nabi Muhammad SAW saat dihina orang lain. "Saya cuma minta, Ya Allah, berikanlah mereka hidayah. Berikanlah anak cucu mereka menjadi golongan yang mengagungkan-Mu," ucapnya.
Dalam hal penolakan dari otoritas Hong Kong, ia cuma mengklarifikasi melalui fanpage-nya di facebook dengan netral, dan menyebutkan bahwa tidak ada penjelasan resmi dari otoritas soal sebab penolakan terhadapnya itu.
"Sebagai warga negara yang taat, saya kembali. Saya sudah serahkan semuanya ke Pemerintah," aku Somad.
Somad, yang juga penulis buku 99 Pertanyaan Seputar Sholat, mengaku sedang berfokus menggalang bantuan pembangunan masjid, musala, dan sekolah Al-Quran di berbagai daerah pedalaman di Indonesia.
"Saya sibuk berdakwah saja," akunya.
Menurut Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Ahmad Zakiyuddin, dikutip dari Antara, Somad memang merupakan tokoh Islam yang ramah dan damai, bukan sosok radikal yang patut ditakuti oleh negara manapun. (arh/gil)

Kuasa Hukum, Kapitra Ampera, beserta Lembaga Adat Melayu Riau melaporkan AWK (anggota DPD Bali) yang diduga melakukan persekusi terhadap Ustad Abdul Somad di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (18 /12). (