Salah satu yang mendapat sorotan kritis dari PDI Perjuangan adalah sosok yang sudah menjabat sebagai menteri, namun tetap ingin maju sebagai calon kepala daerah.
"Pilkada 2018 aneh. Ada yang sudah jadi menteri ingin jadi gubernur; ada yang semula ngotot ingin menjadi gubernur, mendadak berubah menjadi wakil gubernur; ada yang sedang mengubah kepribadian dengan mendadak tebar pesona," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah bahkan telah memiliki calon wakil gubernur yakni Emil Dardak yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Trenggalek. Khofifah sudah mendapat dukungan dari Demokrat, NasDem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Golkar.
Dari semua kategori itu, Hasto menyatakan partainya tetap mempertimbangkan survei sebagai pemetaan awal, namun tidak akan menjadikan elektabilitas tokoh sebagai pertimbangan utama.
"Yang terpenting adalah watak kepemimpinan dan kepribadian untuk menyatu bersama rakyat. Karena itulah mengapa assestment psikotes dan Sekolah Partai kami jalankan dengan sungguh-sungguh," ujar Hasto.
Pilkada 2018 digelar serentak di 171 daerah di Indonesia yang terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota.
(gil)