Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, Gerindra sampai saat ini masih optimis Prabowo akan maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.
“Meski Pak Prabowo belum secara resmi mengumumkan, tapi kami semua keluarga besar Gerindra masih ingin supaya Pak Prabowo nanti di 2019 jadi capres,” ujar Ferry saat dihubungi, Rabu (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pak Jokowi kan di sisi yang lain sebenarnya sangat berseberangan. Oleh Karena itu dari sisi Gerindra memunculkan figur Pak Prabowo dan kami membangun koalisi dengan partai lain,” ujar Ferry.
Hal lain yang membuat sulit duet Jokowi-Prabowo adalah pergeseran perilaku pemilih. Ferry menilai kualitas pemilih saat ini lebih berorientasi pada nilai ketimbang uang.
Sikap pemilih yang seperti itu diyakini lebih memberi peluang bagi Prabowo terpilih menjadi presiden di Pilpres tahun 2019 sehingga sulit untuk menduetkan mantan Danjen Koppasus itu dengan Jokowi.
SMRC dalam hasil surveinya menyatakan bahwa responden menyambut baik opsi duet Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
"Ada keinginan di masyarakat untuk menggabungkan Jokowi dan Prabowo di 2019. Mayoritas setuju," kata Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan di Jakarta.
Dari survey SMRC, kata Djayadi, sebanyak 67 persen atau mayoritas responden setuju bila Prabowo dijadikan Cawapres mendampingi Jokowi. Sementara hanya 28,4 persen yang setuju jika Prabowo menduduki posisi calon presiden dan Jokowi sebagai calon wakil presiden.
Dalam menangkap kehendak publik, kata Ferry, Gerindra memiliki lembaga survei internal yang hasilnya dianggap lebih valid daripada SMRC dan lembaga survei lainnya.
“Saya kurang mempercayai hasil SMRC aatau lembaga survei lain. Kami punya hasil survei internal sendiri yang memang tidak kami publikasikan,” ujarnya, (wis/gil)