"Ya, benar. Bertemu semalam di Mekkah karena saya umrah, saya sekalian silaturahmi sama beliau di sana, ketemu biasa ngobrol-ngobrol," ujar Lulung saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (3/1).
Pada pertemuan itu, mereka tak lepas membicarakan masalah politik. Salah satunya terkait dualisme kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lulung pernah menjadi anggota partai berlambang Kabah itu sebelum dipecat PPP kubu Djan Faridz. Menurutnya, Rizieq merasa prihatin terhadap kondisi PPP saat ini.
"Kan, dia tahunya saya di PPP, terus dia tahu kalau saya dipecat kubu Djan Fariz. Dia juga peduli dan prihatin sama kondisi PPP yang terbelah gini," kata Lulung.
"Dia nasehati terserah antum mau istiqomah di PPP atau pindah partai saja," ujarnya.
Abraham Lunggana alias Lulung saat bertemu Rizieq Shihab di Mekkah. (Dok. Istimewa) |
"Kalau enggak mau akomodir ya sudah nanti lihat saja ke depannya gimana," kata Lulung.
Dia mengatakan, pertemuannya dengan Rizieq awalnya hanya sekadar silaturahmi. Sebab selama ini ia merasa memiliki kesamaan dengan Rizieq, yaitu sama-sama tinggal di Tanah Abang.
"Pertama saya silaturahmi, beliau kan sama saya masih satu kelurahan di Tanah Abang (tinggalnya), beliau sama masyarakat Tanah Abang kalau ketemu habib kan juga disegani," kata Lulung.
Lulung mengatakan, selama ini dirinya selalu bertukar kabar dengan Rizieq. Ia menyebut kondisi kesehatan Rizieq di Mekkah baik-baik saja dan tak kekurangan apapun.
"Bicara soal kabar, soal kesehatan habib, keluarga, sehat semua di sana, dia juga nanya keluarga saya bagaimana di Jakarta, sehat juga kan. Alhamdulillah pada sehat semua," ucap Lulung. (pmg/gil)
Abraham Lunggana alias Lulung saat bertemu Rizieq Shihab di Mekkah. (Dok. Istimewa)