Rapat yang berlangsung pukul 20.00 WIB ini dipimpin langsung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Terpantau, SBY telah menyambangi kantor DPP Demokrat sejak pukul 19.30 WIB.
"Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keadilan dan demokrasi khususnya yang berkaitan dengan pilkada," kata Hinca di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (3/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Demokrat Gelar Rapat Darurat Malam Ini |
Hinca masih belum mau mengungkap wilayah pilkada yang menjadi bahasan rapat, termasuk terkait pilkada di wilayah Kalimantan.
"Pilkada kan banyak ada di 171 Pilkada dan salah satunya tentu di Kalimantan Timur," kata dia.
Selain itu, Hinca mengatakan, rapat ini juga akan membahas soal pilkada menjelang masa dibukanya pendaftaran pasangan calon pada pekan depan. "Ini tanggal 3 jadi masih ada 5 hari lagi untuk kami tuntaskan pada malam hari ini," katanya.
Dalam surat undangan eletronik yang beredar di kalangan media dikatakan, rapat darurat Demokrat itu terkait dengan perlakuan tidak adil yang dilakukan elemen negara dan penegak hukum terhadap Demokrat.
Pimpinan Partai Demokrat menilai saat ini telah terjadi krisis keadilan dan demokrasi.
“Untuk kesekian kalinya Partai Demokrat (PD) mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari elemen negara dan penegak hukum. Pimpinan PD menganggap ini sebuah 'krisis keadilan dan juga krisis demokrasi'. Untuk itu, kepada seluruh pengurus harian Partai Demokrat agar berkumpul di Kantor DPP PD Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta, pukul 20.00 WIB,” tuturnya, dalam surat undangan tersebut. (pmg/gil)