Menurutnya, masing-masing partai masih perlu menyempurnakan sejumlah hal sebelum mengambil keputusan terkait Pilkada di sejumlah daerah, terutama terkait calon yang akan diusung oleh koalisi Gerindra, PKS, dan PAN.
"Banyak terdapat kesepakatan tapi ada hal yang kita sempurnakan sampai hari terakhir. Jadi maaf secara detil kita tidak bisa umumkan," ujar Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli menuturkan, pihaknya masih memiliki waktu enam hari lagi sebelum KPU membuka pendaftaran calon kepala daerah. Sisa waktu itu, kata dia, akan dilakukan untuk menyempurnakan keputusan.
Di sisi lain, terkait dengan Pilgub Jatim dan penolakan Yenny, Sohibul mengklaim, pihaknya masih melakukan pembahasan. Ia berkata, masih ada beberapa calon yang akan diseleksi untuk diusung sebagai Cagub Jatim.
"Soal Jatim merupakan kelanjutan pertemuan kemarin. Hari ini kita bahas kembali, tapi belum juga sampai kesimpulan," ujar Sohibul.
Terkait dengan pembahasan itu, Sohibul tidak menutup kemungkinan Cagub Jatim akan diumumkan jelang penutupan pendaftaran di KPU.
Hal itu dianggap santai lantaran Gerindra dan PKS pernah melakukan hal tersebut saat mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta.
Lebih dari itu, Sohibul menegaskan, menghormati keputusan Yenny menolak diusung sebagai Cagub di Pilkada Jatim. Ia juga berharap, PKS dapat berkoalisi dengan Gerindra dan PAN di Pilgub Jatim.
"Kita sedang berikhtiar supaya kita tetap bersama-sama," ujarnya.