Lembaga baru ini diyakini lebih optimal daripada Lemsaneg sebab akan mengoordinasikan satuan siber yang ada di seluruh instansi pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko Setiadi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
“Perlu menjaga kalau ada apa-apa siapa bertanggung jawab. Diharapkan BSSN di situ menjadi leading sector (penopang utama),” ucapnya.
Pria yang kerap dijuluki Detektif Forensik Digital Indonesia itu berharap BSSN pun mampu menjalankan tugas utama meningkatkan kesadaran seluruh instansi pemerintah dan masyarakat umum mengenai keamanan siber.
Menurutnya, terutama setelah Undang-undang Informasi Teknologi dan Elektronik (ITE), masyarakat hanya berpandangan langsung melapor bila dirugikan di dunia maya.
“Karena namanya dunia siber jadi seakan enggak kelihatan. Padahal pertahanan itu harus ada di sisi pengguna,” Ruby menegaskan.
Hal ini disampaikan menyikapi pandangan Kepala BSSN Djoko Setiadi mengenai perlunya kewenangan menindak ketika mengetahui atau menemukan ancaman di dunia siber.
“Sambil jalan saja. Ini kan bayi baru lahir. Sekarang belum ada karena badan ini sifatnya koordinatif tapi dia bisa gunakan itu meminta aparat menindak,” kata Ruby.
Bukan Senjata untuk Tangani Hoaks
Di sisi lain, Ruby menyayangkan, apabila BSSN hanya dikaitkan atau difokuskan menangkal penyebaran berita-berita bohong (hoaks) di dunia maya.
“Penangkalan hoaks tidak perlu buat badan besar seperti BSSN seperti mubazir. Seperti kebesaran senjata,” ucapnya.
Permasalahan di dunia maya, kata Ruby, tak hanya soal hoaks. Ruby menuturkan, pencurian data riil terjadi di Indonesia justru lebih mengancam kedaulatan dunia siber seperti kasus Nigerian Scammer (Tipuan Nigeria) yang ia tangani.
Tipuan Nigeria biasanya menjaring korban dengan sejumlah modus, seperti tidak bisa mengakses uang mereka karena konflik, melalui internet sehingga korban mau mengirimkan uang. Hal itu menyebabkan kerugian mencapai Rp500 miliar per tahun.
"Cyber crime dianggap mengganggu kedaulatan negara. Jangan jadikan menangkal hoaks sebagai tugas utama BSSN. Balik ke tupoksi awal menjaga keamanan,” ia menegaskan.
Sementara itu, dalam menangani hoaks, Ruby berpendapat BSSN dapat mengoordinasikan antarlembaga agar bisa mengontrol penyebaran serta meminta penegak hukum lebih masif.
[Gambas:Video CNN] (kid)
Djoko Setiadi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)