Sang presiden pun menyatakan dirinya membuka telinga dan mendengar keluhan dari para keluarga kerajaan tersebut.
“Pagi ini saya tidak ingin menyampaikan. Saya ingin mendengar masalah yang ada di lapangan dari yang mulia para raja, sultan, pangeran, dan permaisuri,” ujar Jokowi membuka pertemuan, Bogor, Kamis (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Muhadjir mengatakan, sekitar 90 peserta hadir dalam audiensi raja dan sultan bersama Presiden siang ini. Mereka juga telah berdialog bersama Kemendikbud sebelum bertemu Jokowi.
“Meningkatkan peran kesultanan tanah dan keraton dalam rangka menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan nasional kita,” ujar Muhadjir menerangkan soal pertemuan Jokowi dan para raja serta sultan.
Secara terpisah, Panglima Kesultanan Tidore Muhammad Ali Alting menuturkan dirinya meminta Presiden memerhatikan jasa-jasa sultan dan raja senusantara.
Alting mencontohkan Kesultanan Tidore yang kini tertulis telah berusia 909 tahun, meskipun secara tak tertulis diyakni telah berdiri selama 2000 tahun atau dua milenium.
“Tolong lihat kesultanan senusantara karena jasanya terhadap republik ini terlalu besar,” ujar Alting. (kid/djm)