"Kami lihat bahwa pejalan kaki jumlahnya luar biasa, maka kami usulkan ada pedestrian bridge yang menghubungkan Pintu Selatan Tanah Abang dengan area pasar karena mereka memang menuju ke arah sana (pasar)," kata kepala BPTJ Bambang Prihartono di Jakarta, Kamis (4/1).
Tujuan penumpang Kereta Api tertinggi adalah pasar Tanah Abang dengan persentase sebesar 35,59 persen. Disusul pejalan kaki yang bergerak ke Petamburan sebanyak 26,18 persen dan Jembatan Lima sebanyak 14,20 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Masih berdasarkan data BPTJ, jumlah kedatangan penumpang di salah satu stasiun terpadat di Jakarta itu bersifat fluktuatif. Per satu jam, kedatangan penumpang tertinggi adalah sebanyak 7.846 penumpang di pintu utara dan pintu selatan. Itu terjadi pada pukul 06.45 - 07.45.
Kemudian, jumlah terendah terjadi selama pukul 07.45 - 08.45 dengan angka 3.879 penumpang.
Juga peningkatan kapasitas dan kualitas integrasi angkutan umum yang menghubungkan antara stasiun Tanah Abang ke daerah Thamrin, Roxy, Kebon Sirih, Abdul Muis, dan Harmoni.
"Yang diperlukan adalah angkutan lanjutannya, sehingga penumpang tidak berserakan kemana-mana untuk mencari angkutan umum," kata Bambang.
Bambang mengatakan, Tanah Abang haruslah menjadi kawasan yang bersifat ramah pejalan kaki dan terintegrasi dengan transportasi publik (pedestrian friendly integrated public transport) berbasis transit oriented development (TOD) dan dilengkapi jalur sepeda.
"Harapannya, terjadi konektivitas yang bagus antara feeder, pejalan kaki, dan pengguna sepeda dan itu menjadi prioritas," ucap Bambang.