Pernyataan itu ia tuliskan dalam surat yang beredar di kalangan awak media. Sumber yang dekat dengan Anas mengonfirmasi surat itu pada CNNIndonesia.com.
"Demi tanggung jawab saya kepada masyarakat, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memberikan kembali mandat penugasan sebagai cawagub Jatim ke partai," kata Anas dalam surat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anas ada pihak yang menggunakan segala cara untuk mengorbankan kehormatan keluarga saat berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur Jatim. Ia tidak menjelaskan secara rinci apa yang mengorbankan kehormatan tersebut, namun belakangan beredar forto yang menampilkan Anas bernuansa kurang sopan di media sosial.
Ia percaya pihak yang menggunakan politik dengan segala cara akan diberikan keadilan oleh Allah SWT. Ia juga percaya ada keadilan pada dirinya.
"Untuk selanjutnya, saya akan berjuang dengan segenap daya dan upaya, bersama-sama rakyat Banyuwangi, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua sebagaimana telah berhasil kita jalankan dalam hampir delapan tahun terakhir," kata Anas.
PDIP sendiri langsung merespons pengembalian mandat ini dengan menggelar pertemuan dan konferensi pers pada siang nanti. (vws)