Saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola kalangan, angkutan massal khusus bandara itu membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Vice President of Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan, operasional skytrain bandara Soetta terhenti karena dengan adanya gangguan listrik sekitar pukul 09.45 WIB. Dampaknya, sekitar 30 penumpang dari dua trainset langsung dievakuasi oleh pihak pengelola skytrain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, penumpang langsung dijemput menggunakan bus dari titik keluarnya penumpang dari jalur darurat. Kemudian, penumpang melanjutkan perjalan ke terminal lain menggunakan bus tersebut untuk menggantikan layanan skytrain.
Setelah proses evakuasi selesai, Yado bilang, pihak pengelola langsung melakukan pengecekan terhadap skytrain. "Gangguan terdeteksi pada jaringan listrik dan dapat ditangani dengan cepat dalam waktu 60 menit," terangnya.
Bersamaan dengan kejadian ini, pihak AP II selaku operator pengelola skytrain meminta maaf kepada penumpang atas insiden mogok pagi tadi. "PT Angkasa Pura II mengucapkan permohonan maaf atas gangguan operasional ini," pungkasnya.
Sebagai informasi, fasilitas skytrain baru beroperasi sejak 26 Desember 2017 lalu. Skytrain berfungsi mengantar penumpang dari satu terminal ke terminal lain di bandara. Kereta beroperasi selama 20 jam sehari mulai pukul 0.427-00.17 WIB. (lav/sur)