Hal itu disampaikan Anies dalam pidato untuk deklarasi Rumah Kebangkitan Nasional di Jakarta, Minggu (7/1).
“Kalau kita bicara Indonesia maju dan berkembang, tetapi di Jakarta lebih dari 220 Kampung kumuh padat miskin, kupat miskin,” kata Anies.
Lihat juga:Anies Sebut BI Bakal Review Program OK Otrip |
Pemimpin daerah itu mengeluh, kesenjangan antara yang kaya dan miskin sangat terlihat di Jakarta. Kemiskinan yang dilihatnya di pelosok Indonesia di masa lalu masih tak sebanding dengan kemiskinan orang Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia bercerita, saat kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu, dirinya melihat kemiskinan di Jakarta jauh lebih parah dibandingkan yang terjadi di negara lain.
Menurut dia, penduduk Jakarta tak hanya kekurangan biaya hidup, tetapi juga tidak mendapatkan air bersih, udara yang bersih, hak untuk mendapatkan pendidikan hingga makanan yang bergizi.
“Di pelosok tanah air, orang miskin masih memiliki udara bersih, lahan besar, sumber alam langsung ada. Sampai di Jakarta, miskin dalam kesempitan, udara kotor, ketidakpastian pekerjaan, ketimpangan luar biasa,” lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini. (lav/sur)